Nafas adalah jembatan yang menghubungkan dunia fisik dengan dunia metafisik

Selasa, 13 Januari 2009

Sri Mulyati dan Poer Adhi Prawoto

Hubungan Sri Mulyati dan Poer Adhi Prawoto adalah sebagai saudara satu kandung lain bapak.
Sri Mulyati adalah istri saya, pernah kuliah di FPMIPA Kimia IKIP Yogyakarta angkatan 86. Yang sekarang menjadi UNY. Pernah mengajar IPA di SMP Negeri 1 Cepu, sebagai guru honorer selama satu tahun. Setelah menjadi istri saya, dia memilih profesi sebagai ibu RT saja.
Poer Adhi Prawoto yang sehari harinya bekerja sebagai guru SD, lebih dikenal masyarakat sebagai sastrawan, penyair jawa (penggurit), dokumentator sastra jawa, wartawan dan kritikus. Karena beliau kakak kandung dengan Sri Mulyati, berarti beliau kakak ipar saya.
Kami, saya dan mas Poer, sering berbincang apabila datang hari raya. Karena hanya pada waktu liburan itulah kami bisa bertemu. Tentu saja yang lebih banyak berbicara beliau. Termasuk mendorong saya untuk belajar menulis di media cetak. Karena beliau juga tahu bahwa saya menulis lagu.
Jadi memang benar apa yang ditulis di sini atau di sini bahwa beliau sering mendorong para penulis muda. Memberi semangat. "Aku yo nduwe konco lho dik neng Jawa Pos. Jenenge Cak Kandar. Weruh sampean?" Saya geleng kepala. "Mboten"


Sabtu, 10 Januari 2009

Ir. Agus Sumarto dan Dr. Djaka Sasmita

Dr. Djaka Sasmita adalah dosen yang dikenal genius di kalangan para dosen FMIPA Kimia Ugm. Sedangkan Agus Sumarto adalah Mahasiswa FMIPA Kimia UGM angkatan 84.
"Jika kita percaya bahwa Tuhan itu satu, maka sebenarnya rumus di dunia ini hanya ada satu."
Itu adalah ucapan Dr. Djaka Sasmita pada suatu ketika. Saat beliau memberi mata kuliah Kimia Fisika.
Salah satu mahasiswa yang ada dalam ruangan itu adalah saya, Agus Sumarto. Yang kebetulan juga menjadi salah satu mahasiswa bimbingannya saat menyelesaikan Tugas Akhir.
Sepulang kuliah hari itu, saya masih berpikir tentang kata-kata beliau masalah rumus di dunia tersebut. Dan akhirnya saya menemukan jawaban. "KUN". Ya "Kun". Itulah jawaban yang tepat buatku. Satu rumus, satu kata, satu ucap, satu penerap. "Allahu Akbar".
Ketika menjadi dosen pembimbing saya, beliau jarang datang di kampus. Saya juga tak tahu kesibukan beliau. Bahkan pernah saya pergi ke rumah beliau di Imogiri. "Koq lama nggak konsultasi?" Saya jawab:"Susah mencari Pak Djaka". "Woo, kamu oret-oret aja di kertas, terus masukkan ke kantor saya lewat celah bawah pintu, nanti saya akan datang"
Pernah juga saya dan Kusumastuti, mahasiswa bimbingannya yang lain diajak makan ke "Sate Kambing Samirono" sambil menerangkan kandungan kalori yang tinggi dalam daging kambing. Juga bercerita tentang ketaatannya dalam berlalu lintas di jalan raya, walau beliau banyak kenalan polisi.
Jika salah satu situs menulis bahwa beliau menyebutkan tentang cahaya di atas cahaya, maka sudah ada 2 dosen yang saya kenal yang tertarik dengan Surat An-Nur ayat 35 ini.
Dosen yang lain tersebut adalah Bapak Drs. H. Soemitro (Alm). Beliau ini adalah salah satu dosen Psikologi UGM, yang selalu mengutarakan ayat ini kepada "murid-murid" baru yang masuk di P.O.B. An Nur.

Selamat Mendengarkan


Powered by iSOUND.COM